Cara Membuat Nama Brand untuk Warung Kopi

Kamu sedang cari ide nama untuk warung kopi? Sudah bolak-balik kamus, nanya-nanya temen, baca ini itu, tetapi belum dapat juga?

Coba kamu luangkan waktu membaca ini dengan seksama.

Tentu kita menginginkan nama yang mudah diingat, bukan?

Btw, ngopi itu sudah jadi budaya masyarakat Indonesia belum ya? Belakangan ini bermunculan coffee shop seolah-olah janjian atau antri memulai bisnis kedai kopi.

Ditambah situasi pandemi yang mengharuskan masyarakat untuk sebisa mungkin #stayhome , warung kopi memanfaatkan teknologi berjualan secara online.

Meski, menurut bos kopi kenangan terjadi penurunan transaksi sampai 40% selama pandemi. (12/06/2020) Namun, bisnis kopi masih terus bergeliat. Setidaknya dari jumlah order dan konsultasi yang masuk ke namSlog.com menunjukkan peningkatan jumlah pelaku usaha yang bermaksud membangun warung kopi, meski lagi-lagi konsultasi di namSlog memang gratis tetapi tidak sampai mengajukan nama. Kalau sampai mengajukan nama, yang bayar kopi minamS siapa 🙂

Gunakan Teknik Mudah ini Untuk Membuat Nama Brand

Ok. Untuk membantu kamu yang ingin membuka warung kopi, minamS memberikan beberapa tip membuat nama brand untuk coffee shop impian kamu.

Nama Brand Kedai Kopi
Nama Brand Coffeeshop Ole Cafe di Kuningan, Jakarta Selatan

Kamu juga bisa membaca daftar nama dan slogan warung kopi untuk mendapatkan inspirasi.

Seperti di video minamS menyampaikan bahwa terlebih dahulu, kamu harus menentukan target market, dan image yang ingin dibangun.

Yang pertama, berarti kamu harus tentukan target market. Penentuan target market menjadi sangat penting karena nama yang akan kita buat sebisa mungkin dekat (familiar) dengan target market kita.

Selanjutnya, brand name image tidak lupa warung kopi kita itu akan “diimagekan” seperti apa. Apakah warung kopi yang macho? Warung kopi literan? Warung kopi doyong? dan lain sebagainya.

Jika memungkinkan, coba keluar dari pola penamaan warung kopi yang sedang menjamur seperti penamaan-penamaan Kopi ini Untuk Mu, kopi malam panjang, kopi setengah hati, dan nama-nama sejenis lainnya.

Kenapa harus keluar dari pola penamaan yang sedang rame itu? Ya, kita ga mau kan warung kopi kita masuk ke zona merah dimana persaingan menjadi semakin ketat dan berdarah-darah.

Selain itu, penamaan warung kopi yang mengikuti tren hanya akan menguntungkan pendahulunya. Warung kopi kita malah mendongkrak popularitas warung kopi terdahulu.

Namun demikian, keluar dari pola penamaan, juga menuntut kita untuk mengeluarkan upaya (effort) lebih untuk memperkenalkan brand name warung kopi kita.

Untuk mempermudah kamu membuat nama brand untuk warung kopi, minamS menyusun 9 teknik penamaan yang umumnya digunakan oleh brand-brand besar.

Dari 9 cara membuat nama brand untuk warung kopi itu, mungkin jika target market kamu adalah usia 15-23 tahun, kamu bisa menggunakan teknik rhyming seperti bunyi tik tok, kit kat, dan bunyi rhyming lainnya. Atau kamu bisa menggunakan teknik baca terbalik seperti merek kopi netto (baca dibalik)

Jika kamu punya usul atau pertanyaan, silakan tinggalkan di kolom komentar. Terima kasih.