Tips, Tahapan, dan Teknik Membuat Nama Brand/Perusahaan

Ketika kita ingin mendirikan usaha, tentu kita perlu membuat nama perusahaan yang bagus. Nama perusahaan yang bagus dapat membantu perkembangan usaha kita. Bagaimana tidak? Sebagai contoh, seperti yang pernah saya tulis di TechInAsia, nama leletabis untuk usaha layanan antar. Kesan apa yang ditimbulkan dari leletabis tersebut? Meski kita memiliki produk atau layanan yang prima, nama leletabis tidak menunjang pengembangan usaha kita ke depannya. Sebenarnya apa saja kriteria nama usaha yang bagus?

Pada bagian ini kita akan membahas tentang tips, tahapan, dan teknik membuat nama perusahaan yang bagus. Bagus di sini berarti pas. Kita ketahui bahwa sesuatu yang pas membuatnya menjadi bagus digunakan, dilihat, dikembangkan, dan sebagainya.

Tips Membuat Nama Perusahaan

Beberapa tips berikut dapat digunakan sebagai rujukan untuk mengetahui apakah nama perusahaan kita sudah bagus atau belum, yaitu:

  1. Mudah diingat. Ciri ini berada di urutan pertama karena memang sejatinya banyak dari kita menginginkan agar nama usaha kita mudah diingat. Untuk mencapai hal ini, gunakan kata-kata yang sangat familiar atau sangat dekat dengan target konsumen kita.
  2. Mudah dilafalkan. Nama usaha yang bagus harus mudah dilafalkan. Hal ini juga terkait dengan poin no.1, mudah diingat. Pelafalan atau pengucapan suatu nama akan menimbulkan suatu kesan tertentu. Contohnya, NIKE, bunyi “k” yang berdasarkan penelitian menunjukkan kesan “kuat” dan mudah diucapkan oleh kebanyakan orang. Pertimbangan dua bunyi suku kata dalam hal pelafalan, seperti gu gel atau ya hu.
  3. Dapat dijadikan merek (brand). Nama perusahaan yang bagus tentu dapat dijadikan merek, baik untuk produk utama atau produk turunan lainnya. Keuntungan dari ciri ini adalah ketika kita ingin mengembangkan usaha atau mengeluarkan produk baru, nama yang sudah berhasil dijadikan merek dapat mendongkrak perjalanan produk yang baru kita luncurkan. Perlu juga dipertimbangkan, terkait dengan hal ini, adalah pendaftaran merek.
  4. Memiliki tidak lebih dari 2 suku kata. Kriteria ini tidak melulu menjadi patokan. Namun, terkait dengan penamaan domain, kriteria ini memegang peranan penting. Nama perusahaan yang terdiri dari 1 – 2 suku kata tentu jauh lebih bagus untuk dijadikan nama domain daripada nama usaha yang terdiri dari lebih 3 suku kata.
  5. Bisa diterima di berbagai budaya. Untuk kriteria ini sangat terkait dengan arti sebuah kata di negara, daerah atau budaya lain yang bisa saja berbeda arti, dan yang terpenting, arti yang ditimbulkan tidak mengandung arti “negatif”. Contoh yang sangat jelas adalah nama B O K E R yang di Indonesia memiliki arti lain.

Demikian 5 tips membuat nama perusahaan yang dapat Anda gunakan. Selanjutnya, mari kita pelajari tahapan dalam membuat nama perusahaan yang bagus.

Tahapan Membuat Nama Perusahaan

Berikut tahapan yang dapat dilakukan dalam membuat nama perusahaan:



  • Tentukan Target Konsumen. Setiap target konsumen memiliki cara pandang yang unik. Tentukan target konsumen Anda lalu pelajari secara spesifik usia, perilaku dan tingkat sosial dan ekonomi mereka. Tahapan ini sangat penting dalam penentuan gaya dan jenis bahasa yang akan kita gunakan. Jika target konsumen kita adalah menengah ke bawah dan kebanyakan dari mereka berbahasa Indonesia, misalnya, usahakan membuat nama usahanya dalam bahasa Indonesia.
  • Kesan yang ingin Dibangun. Rumuskan kesan yang ingin dicapai dari nama usaha yang akan kita buat. Rumusan ini akan mengarahkan kita dalam memilih atau membentuk kata-kata yang berkaitan dengan usaha pembangunan kesan (pencitraan) tersebut. Contoh, jika kita ingin menampilkan kesan cepat, beberapa kata yang potensial untuk digunakan meliputi klik, kwik, quick, fast, buru, dan sebagainya. Kesan juga dapat ditangkap dari “bunyi”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunyi “k” memberikan kesan “kuat”.
  • Brainstorming. Setelah menentukan kesan yang ingin dibangun. Lanjutkan dengan brainstorming (curah pendapat), mengeluarkan semua ide yang “berseliweran” di kepala kita. Pada tahapan ini, sampaikan semua ide yang ada sehingga nantinya kita dapat memilih ide yang terbaik. Disarankan, ketika membuat nama, bentuklah tim penamaan. Tim inilah yang akan melakukan brainstorming. Bisa juga dengan melibatkan konsultan penamaan, seperti namSlog.com.
  • Buat Klasifikasi. Pada langkah ini, buatlah klasifikasi atau pengelompokan dari semua ide penamaan yang muncul. Klasifikasi ini membantu kita untuk mensortir nama-nama yang potensial.
  • Lafalkan. Beberapa nama yang sudah tersaring berdasarkan klasifikasi dapat diucapkan atau “dibunyikan”. Minta anggota tim untuk mendengar dan menangkap kesan yang ditimbulkan. Untuk langkah ini, ada dua pertanyaan yang harus dijawab, yaitu: Apakah langkah pertama “Kesan yang ingin Dibangun” tercapai? Apakah mudah diucapkan?
  • Pendaftaran Merek/Nama. Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan langkah kedua “brainstorming”. Hal ini menjadi penting terutama terkait dengan ketersediaan domain internet. Jika domain untuk nama yang kita pilih masih ada, segera daftarkan domain tersebut. Lalu, lakukan pendaftaran nama yang sudah dipilih ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (lihat prosedur pendaftaran merek di sini). namSlog.com juga memberikan layanan untuk membantu mengurus pendaftaran merek usaha Anda.

Saatnya, masuk ke pembahasan tentang teknik membuat nama perusahaan. Sesuaikan dengan pilihan Anda sendiri.

Teknik Membuat Nama Perusahaan

Ketika kita ingin membuka usaha atau meluncurkan produk baru, tentu kita memerlukan nama, nama yang pas dan nama yang mampu mendukung penjualan produk kita. Terkait dengan itu, berikut adalah teknik atau cara membuat nama usaha atau produk yang bisa kita gunakan.

  1. Teknik Omission – atau dalam bahasa Indonesianya penghapusan atau pelesapan. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara menghapus satu atau beberapa huruf yang ada pada suatu kata. Contohnya, Flickr (huruf ‘e’ dihilangkan), TRNSLTR (berasal dari kata TRANSLATOR), FRTHR (berasal dari kata FURTHER), dan RSCH (berasal dari RESEARCH).
  2. Teknik Compound – atau biasa juga disebut dengan teknik penggabungan kata. Teknik penamaan ini dilakukan dengan menggabungkan bagian atau penggalan dari dua kata. Contohnya: InstaGram, SnapChat, namSlog (name&Slogan);
  3. Teknik Evocative – Teknik penamaan dengan langsung “menancapkan” ke pikiran orang tentang posisi dari usaha/produk/jasanya. Evocative sendiri berasal dari bahasa Latin Evocare yang berarti “call out” atau “summon”. Salah satu ciri dari teknik penamaan ini adalah bahwa nama usaha tersebut berhasil memanggil keingintahuan kita dalam bentuk tanya, seperti, “maksudnya?” atau ungkapan “wow”. Contoh nama usaha yang menggunakan teknik evocative: Apple, Virgin.
  4. Teknik “Nebeng” – Teknik penamaan jenis ini dibuat dengan cara “menumpang” ke nama yang sudah “jadi”. Untuk teknik ini, bisa juga dilakukan dengan “menumpang” ke logo dari suatu nama yang sudah “established”. Contohnya, banyak ya.
  5. Teknik Invented –  Teknik penamaan ini dibuat dengan cara menggabungkan kata atau bunyi yang “enak” sehingga membentuk kata yang baru. Inti dari teknik ini adalah pembentukan kata “baru”. Contoh: google.
  6. Teknik Alliteration atau Rhyming – Teknik penamaan yang menitikberatkan pada kesamaan bunyi dua atau tiga kata.  Teknik ini sanggup menarik perhatian pembaca. Contohnya,  Lu tu ye, Fido Dido, KasKus dan Kit-Kat.
  7. Teknik Prestige – Pada umumnya, teknik ini lebih menekankan pada popularitas tokoh, seperti Pierre Cardin.  Namun, teknik ini juga bisa terbentuk dari keberhasilan sebuah iklan. Contohnya, NIKE, SOGO, yang akhirnya menimbulkan kesan prestige.
  8. Teknik “Nama Lokasi” – Untuk teknik ini banyak digunakan untuk penamaan tempat makan atau restoran, seperti Nasi Uduk Kebon Kacang, Bakso Lapangan Tembak, dan lain-lain. Teknik ini juga cocok digunakan untuk nama tempat nongkrong dan mall, seperti Blok-M Mall, Teras Kota, Mall Balekota. Harap diperhatikan bahwa teknik penamaan dengan mengkaitkan ke lokasi yang “terkenal” bisa saja menimbulkan “gangguan” usaha ketika nama lokasi yang kita jadikan nama mengalami kejadian sangat buruk.
  9. Teknik Numbering – Sesuai dengan namanya, teknik penamaan ini menggunakan angka atau nomor sebagai bagian dari nama usahanya. Contoh yang paling pas untuk kasus di Indonesia adalah nama perusahaan produk pakaian C-59 (Caladi 59), 3Second, rumah123.com dan those2translate.

Demikian tips, tahapan, dan teknik membuat nama perusahaan yang dapat kita gunakan dalam membuat nama yang pas untuk usaha/produk/jasa kita.

Mau Membuat Nama Usaha? Manfaatkan promo khusus UMKM & Startup. PESAN SEKARANG. WA. 0878.0994.5352