Tag: renaming

  • Metaverse: Pentingnya Renaming

    Baru-baru ini Facebook secara resmi mengumumkan penggantian nama (renaming) usahanya dari facebook menjadi Metaverse.

    Salah satu alasan yang disampaikan oleh pendiri Facebook bahwa nama Facebook sudah tidak lagi dapat menampung visi perusahaan.

    Terlepas dari kontroversi yang logonya mirip-mirip dengan brand lain itu, metaverse dapat didefinisikan sebagai situasi dunia yang dapat diakses bersama. Ini seperti menghubungkan semua orang untuk bisa bersosialisasi, bekerja, dan berbagi.

    Salah satu artikel di investopedia.com menyebutkan bahwa metaverse setidaknya mengombinasikan lima teknologi sekaligus, yakni media sosial, game online, Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan cryptocurrencies. Kelima aspek tersebut akan mengintegrasikan para penggunanya ke dalam sebuah dunia yang interaktif.

    “Kami percaya metaverse akan menjadi penerus internet mobile, kita akan bisa merasa hadir, seakan kita berada di sana bersama orang-orang tak peduli seberapa jauh jarak sesungguhnya,” kata Zuckerberg.

    namSlog melihat penggantian nama ini sebagai langkah yang sangat penting. Penggantian nama bisnis bukanlah hal yang tabu. Perkembangan zaman, perubahan visi, pembangunan market baru adalah beberapa alasan mengapa kita mengganti nama bisnis. Tentu, ada juga yang mengganti namanya karena alasan jebloknya bisnis yang mereka jalankan.

    Dari metaverse ini, kita bisa mengganti nama usaha kita sesuai dengan visi produk / visi bisnis kita ke depannya. Hubungi kami untuk melakukan penggantian nama usaha Anda.

  • $1,5 Juta untuk nama Sumo.com

    $1,5 Juta untuk nama Sumo.com

    Begitu pentingnya sebuah nama untuk kemajuan dan perkembangan usaha kita, sumome.com mengeluarkan anggaran sebesar 1,5 juta dolar Amerika Serikat untuk mendapatkan nama Sumo.com. Mengapa sumome mengganti namanya menjadi sumo.com?

    Untuk yang sudah familiar dengan dunia website tentu kenal dengan sumome.com – sebuah platform yang membantu kita untuk meningkatkan traffic website atau blog kita. Sumome adalah perusahaan yang didirikan oleh Noah Kagan berbasis di Austin Texas yang fokus layanannya adalah membantu para pemilik atau pengelola website / blog untuk meningkatkan jumlah kunjungan ke website / blog.

    Kabar terbaru dari sumome.com bahwa mereka mengganti namanya menjadi sumo.com. Ini membuatnya langsung masuk ke dalam 83 ribu nama domain dengan harga paling mahal. Untuk melihat 33 di antaranya, silakan kunjungi daftar 33 nama domain paling mahal.

    Untuk membaca lebih detil alasan sumome mengganti namanya, namSlog.com berupaya menerjemahkannya langsung dari website yang bersangkutan.

    Alasan Pertama dari Sumome. Kami menghilangkan “me” karena ini bukan tentang kami. Ini tentang Anda. Percayalah.

    Kami mengeluarkan anggaran sebesar 1,5 juta dolar Amerika Serikat untuk nama kami guna menunjukkan kepada Anda betapa seriusnya kami agar bisa beredar selamanya.

    Di bulan dan tahun selanjutnya, kami akan menginventasikan 1,5 juta US untuk produk kami, yang tentu akhirnya untuk Anda. Kami akan membangun hal-hal yang besar untuk membantu usaha Anda berkembang dengan lebih cepat dan kuat.

    jasa pembuatan nama

    Saya tertarik dengan slogannya. No tools. Solutions.

    credit pic. sumo.com


    Mau ganti atau buat nama? WA namSlog Sekarang


  • Ganti Nama Brand (Renaming): Honda Jazz bernama Honda Fitta

    Ganti Nama Brand (Renaming): Honda Jazz bernama Honda Fitta

    Sebuah nama produk dibuat untuk menggambarkan posisi sekaligus diferensiasi terhadap produk pesaing. Nama produk yang baik selalu mempertimbangkan unsur budaya. Seperti kasus penggantian nama Honda Fitta menjadi Honda Jazz. Mengapa terjadi penggantian nama?

    Terkait kasus penggantian nama Honda Fitta menjadi Honda Jazz, berikut beberapa hal terkait budaya yang harus kita pertimbangkan ketika membuat atau menentukan nama usaha:Setelah diteliti, ternyata kata Fitta di dalam bahasa Swedia berarti alat kelamin perempuanNah lo. Ini menunjukkan betapa pentingnya mempelajari budaya terkait nama yang akan kita buat, baik itu nama untuk usaha, produk, atau jasa kita. Alih-alih membangun kekuatan nama (baca: merek), kekeliruan dalam mempertimbangkan nama secara budaya berdampak sangat buruk. Alhasil, biaya pembangunan merek yang telah dikeluarkan menjadi sia-sia.

    • bahasa – kita ketahui bahwa bahasa merupakan produk suatu budaya. Sebagai alat komunikasi utama, bahasa berfungsi menyampaikan arti atau maksud. Jika suatu kata tidak memiliki arti yang sesuai, maka komunikasi menjadi terhambat. Singkatnya, dalam hal penamaan, arti suatu kata haruslah dipertimbangkan.
    • sistem nilai yang berlaku. Ketika kita membuat nama, kita juga harus memperhatikan sistem nilai yang berlaku. Bisa saja suatu kata berarti baik di suatu budaya tertentu, namun bisa juga berarti buruk di budaya lainnya. Selain contoh Honda Jazz tersebut di atas, tentu kita masih ingat tentang nama B O K E R yang di dalam sistem nilai yang berlaku di masyarakat Indonesia, berarti buang hajat.
    • jumlah huruf. Di dalam budaya China (Tionghoa), jumlah huruf memiliki peranan sangat penting. Nah, ini pun haruslah kita pertimbangkan. Misalnya, masyarakat Tionghoa dapat menerima jumlah huruf sebanyak 16, 17, 19, 20, 22, 23, 25.
    • Kandungan keberuntungan – ji-li-ha.

    Kasus Renaming Lainnya

    Selain kasus penggantian nama Honda Fitta menjadi Honda Jazz, berikut adalah beberapa kasus penggantian nama usaha yang bermula dari halangan budaya (cultural barrier):

    • Chevrolet Nova: kata “no va” di dalam bahasa Spanyol berarti “ogah pergi”
    • Puffs tissues: Di dalam bahasa Jerman, “puffs” merupakan istilah untuk “rumah bordir”
    • Coca Cola, di dalam terjemahan bahasa Mandarin bisa berarti “bite the wax tadpole”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “ke kou ke le”, yang secara bebas dapat diartikan “keriangan di dalam mulut”
    • Colgate mengeluarkan produk pasta gigi di Perancis dengan nama Cue, yang merupakan nama majalah porno yang paling terkenal di negara itu
    • Clairol mengeluarkan produk alat pengeriting rambut di Jerman dengan nama “Mist Stick”, yang sayangnya kata “mist” di dalam bahasa Jerman slang berarti “pupuk”.

    Jika nama kita sudah berdiri dan terhambat budaya, apa yang harus kita lakukan? Cara yang paling efisien dan mudah adalah dengan mengeluarkan nama produk baru sesuai dengan budaya – suatu sistem nilai yang berlaku di masyarakat tersebut.

    Penutup

    Jika kita berencana untuk membawa produk/usaha/jasa kita mendunia, pastikan kita selalu memperhatikan budaya yang berlaku.


  • Pertimbangan Budaya dalam Membuat Nama Usaha

    Pertimbangan Budaya dalam Membuat Nama Usaha

    Nama usaha yang kita gunakan sangat terkait dengan budaya dimana usaha kita dijalankan. Oleh karena itu, budaya menjadi penting untuk dipertimbangkan. Satu contoh yang paling jelas adalah nama B O K E R yang di Indonesia berarti buang hajat dan Honda Fitta yang akhirnya diganti menjadi Honda Jazz karena Fitta di dalam bahasa Swedia berarti jenis kelamin perempuan. Mengapa budaya menjadi penting untuk dipertimbangkan dalam proses pembuatan nama usaha?

    Faktor Budaya Dalam Membuat Nama Usaha

    Secara sederhana, budaya adalah cara berfikir atau cara pandang yang berlaku di suatu masyarakat. Budaya ini sangat terkait dengan bahasa dan tentu makna yang ditimbulkan dari bahasa tersebut. Seorang budayawan Indonesia, Koentjaraningrat, menjelaskan bahwa budaya merupakan sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan dan karya yang dihasilkan oleh manusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi, budaya merupakan sistem pola pikir yang berlaku di suatu masyarakat tertentu.

    Pandangan lain disampaikan oleh Purimahua yang menyebutkan bahwa faktor budaya adalah kebiasan suatu masyarakat dalam menanggapi sesuatu yang dianggap memiliki nilai dan kebiasaan, yang dimulai sejak mereka menerima informasi, berdasarkan posisi sosial mereka dalam masyarakat, dan pengetahuan tentang apa yang mereka rasakan. Dari definisi ini, budaya menjadi sangat penting untuk dalam menentukan atau membuat nama usaha. Bahkan, faktor budaya menjadi prioritas.

    Kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan nama, khususnya yang berkaitan dengan budaya, adalah pesan atau arti yang ditimbulkan dari nama usaha yang dibuat. Bisa saja suatu nama memiliki arti atau pesan positif di suatu budaya, namun memiliki arti atau pesan negatif di budaya lainnya. Karenanya, ketika kita memahami sistem nilai yang berlaku di suatu masyarakat (budaya), kita akan lebih teliti dalam memilih nama usaha. Sangat dianjurkan untuk tidak melawan arus sistem nilai yang berlaku, khususnya terkait arti atau makna dari nama usaha yang akan kita gunakan.

    Seperti telah disebutkan di atas bahwa faktor budaya mulai bekerja sejak informasi diterima, yang kemudian diolah dengan pengetahuan atau kebiasaan yang berlaku di suatu masyarakat tertentu. Terkait dengan penamaan, sebuah nama adalah informasi. Ketika nama usaha kita menyampaikan informasi yang “bertentangan” dengan cara pikir atau cara pandang (budaya), maka informasi tersebut akan menerima “perlawanan”. Jika hal ini terjadi, maksud baik yang akan disampaikan melalui nama usaha cenderung akan gagal.

    Singkatnya, dalam membuat nama usaha, hendaknya faktor budaya harus dipertimbangkan. Tanyakan kepada diri kita apakah nama usaha yang kita buat memiliki pesan negatif di suatu budaya tertentu? Apakah nama usaha yang kita buat mengandung arti berbeda atau bahkan berlawanan di suatu budaya tertentu?

    Yang terbaru adalah kasus tidak bisa mendapatkan label halal karena nama GACOAN dianggap mengandung arti yang tidak berterima dengan budaya tertentu. Di suku Jawa, GACOAN berarti taruhan. Selain itu ada juga yang menyebutkan terkait nama makanan dan minuman di Mie Gacoan yang diketahui memiliki nama-nama tidak lazim, seperti Mie Angle, Mie Setan, dan Mie Iblis.

    Demikian pertimbangan budaya dalam membuat nama usaha. Jika Anda memerlukan konsultasi terkait pembuatan nama usaha, silakan hubungi namSlog melalui form konsultasi.