Category: Tips

namSlog memberikan beberapa tips dalam membuat nama dan/atau slogan untuk usaha Anda. Semoga tips dari kami bermanfaat. Jika ada yang ingin dikomunikasikan, silakan jumpai kami melalui FB Page namSlog

  • Pertimbangan Budaya dalam Membuat Nama Usaha

    Pertimbangan Budaya dalam Membuat Nama Usaha

    Nama usaha yang kita gunakan sangat terkait dengan budaya dimana usaha kita dijalankan. Oleh karena itu, budaya menjadi penting untuk dipertimbangkan. Satu contoh yang paling jelas adalah nama B O K E R yang di Indonesia berarti buang hajat dan Honda Fitta yang akhirnya diganti menjadi Honda Jazz karena Fitta di dalam bahasa Swedia berarti jenis kelamin perempuan. Mengapa budaya menjadi penting untuk dipertimbangkan dalam proses pembuatan nama usaha?

    Faktor Budaya Dalam Membuat Nama Usaha

    Secara sederhana, budaya adalah cara berfikir atau cara pandang yang berlaku di suatu masyarakat. Budaya ini sangat terkait dengan bahasa dan tentu makna yang ditimbulkan dari bahasa tersebut. Seorang budayawan Indonesia, Koentjaraningrat, menjelaskan bahwa budaya merupakan sebuah sistem gagasan dan rasa, sebuah tindakan dan karya yang dihasilkan oleh manusia di dalam kehidupan bermasyarakat. Jadi, budaya merupakan sistem pola pikir yang berlaku di suatu masyarakat tertentu.

    Pandangan lain disampaikan oleh Purimahua yang menyebutkan bahwa faktor budaya adalah kebiasan suatu masyarakat dalam menanggapi sesuatu yang dianggap memiliki nilai dan kebiasaan, yang dimulai sejak mereka menerima informasi, berdasarkan posisi sosial mereka dalam masyarakat, dan pengetahuan tentang apa yang mereka rasakan. Dari definisi ini, budaya menjadi sangat penting untuk dalam menentukan atau membuat nama usaha. Bahkan, faktor budaya menjadi prioritas.

    Kesalahan yang sering terjadi dalam pembuatan nama, khususnya yang berkaitan dengan budaya, adalah pesan atau arti yang ditimbulkan dari nama usaha yang dibuat. Bisa saja suatu nama memiliki arti atau pesan positif di suatu budaya, namun memiliki arti atau pesan negatif di budaya lainnya. Karenanya, ketika kita memahami sistem nilai yang berlaku di suatu masyarakat (budaya), kita akan lebih teliti dalam memilih nama usaha. Sangat dianjurkan untuk tidak melawan arus sistem nilai yang berlaku, khususnya terkait arti atau makna dari nama usaha yang akan kita gunakan.

    Seperti telah disebutkan di atas bahwa faktor budaya mulai bekerja sejak informasi diterima, yang kemudian diolah dengan pengetahuan atau kebiasaan yang berlaku di suatu masyarakat tertentu. Terkait dengan penamaan, sebuah nama adalah informasi. Ketika nama usaha kita menyampaikan informasi yang “bertentangan” dengan cara pikir atau cara pandang (budaya), maka informasi tersebut akan menerima “perlawanan”. Jika hal ini terjadi, maksud baik yang akan disampaikan melalui nama usaha cenderung akan gagal.

    Singkatnya, dalam membuat nama usaha, hendaknya faktor budaya harus dipertimbangkan. Tanyakan kepada diri kita apakah nama usaha yang kita buat memiliki pesan negatif di suatu budaya tertentu? Apakah nama usaha yang kita buat mengandung arti berbeda atau bahkan berlawanan di suatu budaya tertentu?

    Yang terbaru adalah kasus tidak bisa mendapatkan label halal karena nama GACOAN dianggap mengandung arti yang tidak berterima dengan budaya tertentu. Di suku Jawa, GACOAN berarti taruhan. Selain itu ada juga yang menyebutkan terkait nama makanan dan minuman di Mie Gacoan yang diketahui memiliki nama-nama tidak lazim, seperti Mie Angle, Mie Setan, dan Mie Iblis.

    Demikian pertimbangan budaya dalam membuat nama usaha. Jika Anda memerlukan konsultasi terkait pembuatan nama usaha, silakan hubungi namSlog melalui form konsultasi.

  • 5 Kriteria Nama Usaha Yang Bagus

    5 Kriteria Nama Usaha Yang Bagus

    Subscribe to continue reading

    Subscribe to get access to the rest of this post and other subscriber-only content.

  • Cara Menentukan dan Membuat Nama Restoran

    Cara Menentukan dan Membuat Nama Restoran

    Pentingnya Membuat Nama Restoran sebagai Penanda Khusus. Nama restoran, apalagi nama restorannya unik, merupakan signifier atau penanda khusus. Nama restoran yang unik dapat membantu pelanggan kita untuk selalu ingat dengan restoran kita. Tapi, yang tidak kalah pentingnya, terkait dengan jasa kuliner, adalah mutu pelayanan dan menunya ya.

    Seperti kita ketahui bahwa belakangan ini semakin banyak pelaku usaha kuliner yang memperhatikan penamaan untuk restorannya. Sebut saja yang sempat “trending”, penggunaan kata “setan” untuk nama usahanya, mulai dari bakso setan sampai nasi goreng setan, atau beberapa nama-nama restoran unik, seperti Mbah Jingkrak, Klenger Burger, Kue Cubit Aku Dong!, untuk menyebutkan beberapa di antaranya.



    Berikut beberapa tips membuat nama restoran:

    1. Gunakan keunggulan nama tempat dimana warung atau rumah makan kamu berada. Jika nama tempat kita sudah terkenal oleh orang banyak, ini merupakan cara yang sangat dianjurkan. Contohnya, Bakso Lapangan Tembak Senayan, Nasi Uduk Kebon Kacang.
    2. Gunakan tokoh atau public figure di daerah kamu yang terkenal dengan keramahtamahannya, keahliannya dalam memasak, dan keunikan lainnya yang berkaitan langsung dengan dunia makan memakan. Contohnya, Bakso Tukul. Untuk penamaan menggunakan nama tokoh, sangat disarankan untuk berkomunikasi – mendapatkan izin – terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.
    3. Gunakan kata-kata  yang familiar di dunia kuliner, seperti, laper, lezat, mantap, enak, dan lain-lain, lalu “mainkan” kata-kata tersebut. Contohnya, Laperpool, Laperbanget.
    4. Tips keempat ini, bersifat “wajib” 🙂 Kamu bisa melibatkan jasa penamaan seperti namSlog.com untuk membantu menentukan pilihan atau bahkan mengusulkan nama lain dari yang sudah kamu susun.

     

    Demikian beberapa tips sederhana untuk menentukan nama restoran. Agar nama restoran kita mudah diingat, mulailah lakukan curah pendapat  dengan tim kamu atau segera libatkan namSlog.com untuk  membantu dan menentukannya.

  • Slogan Yang Bagus itu akan selalu Diingat

    Apakah kamu ingat slogan atau tagline “Asyik Berat” atau “Gantinya Ngopi”? Jika ya, berarti slogan tersebut bisa tergolong berhasil. Selain karena repetisi melalui iklannya, pemilihan kata dan “bunyi” yang dihasilkan dari dua slogan tersebut membuat kita mengingatnya. Itu tergolong slogan yang kreatif. Bagaimana sebenarnya cara membuat slogan yang “berhasil”?

    Berikut ini tiga (3) tips singkat dari namSlog.com untuk membuat slogan atau tagline yang bagus untuk usaha/jasa/produk, yaitu:

    • Buat Slogan dalam kalimat atau pernyataan Singkat dan Asli. Hal ini dimaksudkan agar syarat “mudah diingat” dari slogan yang kita buat terpenuhi. Usahakan, paling banyak 3 kata. Asli di sini berarti bahwa kata/kalimat/pernyataan slogan kita tidak “mengekor” slogan usaha atau slogan produk pesaing. Keaslian slogan akan membuat slogan menjadi unik dan “kuat”.
    • Kaitkan Slogan dengan Layanan Utama Usaha Anda secara Superior. Jika usaha Anda bergerak di bidang jasa, maka penekanan unsur pelayanan terbaik dari usaha Anda, misalnya, bisa dijadikan titik awal Anda membuat slogan yang menarik. Ini dapat dilakukan bersama rekan Anda dengan cara melakukan curah pendapat. Ups, beranikan diri untuk “membuang” kata-kata yang tidak sesuai. Untuk penjelasan superior  di sini adalah bahwa pada umumnya slogan selalu berusaha menempatkan layanan/produk utama di atas pesaingnya.
    • Tips ketiga ini, terkait dengan “semangat” yang akan dibangun oleh slogan. Bisa juga “semangat” dari slogan ini menjadi budaya organisasi di perusahaan Anda. Oleh karena itu, tentukan atau gunakan “semangat” usaha yang sudah Anda miliki. Contohnya, perusahaan Anda ingin menjadi perusahaan yang memberikan kemudahan kepada pelanggan, beberapa kata seperti, “mudah”, “memudahkan”, “semudah ini”, dan kata-kata lain yang bermakna mudah atau memberi kemudahan.

    Demikian tiga (3) tips singkat untuk membuat slogan yang bagus, slogan yang kreatif, slogan yang unik, dan slogan yang pas untuk usaha/produk/jasa Anda. Semoga bermanfaat.

    salam,