Author: Haris namSlog

  • Memahami Slogan Apple untuk Pasar Indonesia

    Memahami Slogan Apple untuk Pasar Indonesia

    Dari rentetan Slogan Apple, seperti “Think Different”, “the only thing that’s changed is everything”, Thin. Light. Epic.” menurut saya, ketiga slogan Apple ini jauh lebih baik dibandingkan slogan Apple lainnya seperti “If It is not an iPhone, it is not an iPhone”, “To Wear It is To Love it”.

    Positioning iPhone melalui slogan sebelumnya “Think Different” jauh lebih matang dibandingkan slogan lainnya. Melihat budaya Indonesia yang bercirikan kebersamaan, slogan “If It is not an iPhone, it is not an iPhone”, “To Wear It is To Love it” terlihat menjauh dari budaya Indonesia, mereka membangun “jarak” yang terlalu lebar antara produk iPhone dengan produk lainnya, yang tentu, berdampak kepada penggunanya. Ini bisa berdampak positif, dan pada saat yang bersamaan juga berdampak negatif.

    Dampak positif berlaku untuk mereka yang sudah “terlanjur” membeli produk Apple, sementara dampak negatif dapat dilihat dari ungkapan-ungkapan seperti “Keder kan lu cari chargernya” atau “yang merakyat aja lah” dan lain-lain. Apalagi jika salah satu slogan Apple tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Jika bukan iPhone, berarti bukan iPhone.” 🙂

  • Perlukah Mengganti Nama Usaha?

    Nama memang sudah terbukti mampu memposisikan usaha kita di tengah-tengah persaingan bisnis yang semakin ketat sekarang ini. Bagaimana tidak, jutaan bahkan ratusan juta perusahaan di dunia ini saling berebut perhatian “target customer”nya. Nah, salah satu cara merebut perhatian konsumen itu adalah melalui nama. Nama yang tepat dapat membantu perusahaan untuk menguatkan usaha/jasa yang ditawarkannya.

    Sepertinya pandangan bahwa nama membawa keberuntungan masih kuat tertanam di benak masyarakat kita. Pernyataan seperti “Aduh namanya bikin sial aja nih.”, “Ga ada nama yang bagus apah?“, atau “Ni nama kok ga menguntungkan ya.” dan pernyataan lainnya. Untuk soal penggantian nama (orang) kita sudah sering menjumpainya bukan, bahkan sejak jaman bahelo, nama Saulus berubah menjadi Paulus, nama Yakub berubah menjadi Israel, nama Simon menjadi Petrus dan lain sebagainya.

    Beberapa perusahaan besar pun pernah melakukan perubahan nama (khususnya pada nama domain). Contohnya, Facebook yang sebelumnya bernama thefacebook, harus merogoh koceknya sebesar US$ 200,000 untuk mendapatkan nama domain Facebook yang sudah keduluan dibeli oleh orang. Juga, twitter yang sebelumnya bernama twttr.

    BACA JUGA: 5 Kriteria Nama Usaha Yang Bagus

    Sementara itu, nama perusahaan pun banyak yang dirubah. Selain contoh Facebook dan Twitter di atas, ada juga perusahaan yang mengganti namanya, seperti Quantum Computer Service yang merubah namanya menjadi AOL (American Online), Apple Computer merubah namanya menjadi Apple.inc, Research in Motion menjadi Blackberry, Sony Corporation yang sebelumnya bernama Tokyo TSushin Kogyo, Nike yang sebelumnya bernama Blue Ribbon Sport, AuctionWeb merubah namanya menjadi Ebay, Paypal yang sebelumnya bernama Confinity, Google yang sebelumnya bernama BackRub, dan lain sebagainya.

    Mengapa mereka mengganti namanya?
    Alasan utama mereka mengganti nama tentu terkait dalam usaha menempatkan “posisi”nya di kancah persaingan bisnis yang semakin sengit. Kemudahan untuk diingat, dan representasi nama yang dapat menjelaskan usaha/produk/jasanya juga menjadi alasan utama lainnya. Perlukah kita mengganti nama Usaha kita?


    Banyak perusahaan yang setelah mengganti namanya menjadi lebih luasa untuk semakin besar. Apakah perlu mengganti nama? Posted by NamSlog.com on Friday, April 1, 2016

  • Tips Memilih Nama Usaha yang Bagus

    Setiap usaha yang kita dirikan tentu ingin punya nama yang bagus, nama yang mampu memposisikan dirinya di tengah-tengah persaingan usaha sejenis. Jika kita ingin mendirikan usaha properti, nama “griya reyot” tentu sangat tidak tepat, atau nama “Flood-In” juga sangat tidak dianjurkan. Ya, nama menggambarkan produk/jasa yang akan kita jual. Untuk itu ada beberapa teknik memilih nama usaha yang bagus. Berikut tips singkatnya ya:

    1. Pilih Nama Usaha yang Singkat. Nama yang singkat, dianjurkan 4-8 karakter, sangat membantu dalam menentukan posisi usaha kita.
    2. Pilih Nama Usaha yang Deskriptif. Teknik Deskriptif paling sering digunakan dalam teknik penamaan. Deskriptif di sini berarti bahwa nama yang kita buat itu langsung menjelaskan tentang produk/jasa yang kita jual, contoh yang paling tepat adalah nama usaha “Those-to-Translate“, dari nama usaha tersebut, jelaslah bahwa Those-to-Translate memberikan jasa penerjemahan.
    3. Beranikan membuat nama yang “keluar” dari kebiasaan. Teknik ini membutuhkan perhatian dan penelitian yang lebih mendalam terkait nama yang akan kita buat. Contoh yang paling bagus untuk teknik ini adalah nama usaha “Virgin” – sebuah layanan penerbangan yang tentu nama “Virgin” ini sangat “jauh” kaitannya dengan dunia penerbangan.

    Sekedar anjuran, libatkan namSlog.com (konsultan penamaan) dalam menentukan atau memilih nama usaha yang bagus karena tim namSlog telah banyak membantu dalam membuat beberapa nama usaha dan/atau slogan.

    buat nama usaha

  • Tips Membuat Nama Perusahaan / Nama Brand Mudah Diingat

    Tips Membuat Nama Perusahaan / Nama Brand Mudah Diingat

    Tips membuat nama perusahaan dan nama brand ini disusun berdasarkan praktik umum yang dilakukan oleh perusahaan pembuat nama perusahaan. Di banyak negara, perusahaan penamaan selalu dilibatkan dalam pembuatan nama suatu perusahaan, nama brand, atau nama produk. Demikian halnya di Indonesia.

    Seperti kita ketahui bahwa nama perusahaan adalah pembeda perusahaan kita dari ratusan ribu perusahaan yang lain. Nama perusahaan juga menentukan posisi usaha kita. Nama adalah tanda. Tanda yang tentu memiliki makna. Bukan sekedar tanda.

    Penamaan menjadi begitu penting di tengah-tengah ketatnya persaingan usaha di dunia maya. Jika usaha kita di bidang kuliner, misalnya, pilihan-pilihan kata yang berkaitan dengan bisnis kuliner ini dapat kita gunakan.

    Bagi yang berencana menjalankan usaha, tips membuat nama perusahaan (nama brand) ini dapat kamu pertimbangkan.

    Cara Praktis Membuat Nama Perusahaan / Nama Brand

    Bagaimana cara membuat nama perusahaan yang baik? Berikut tips membuat nama brand/perusahaan dari namSlog:

    1. Kesan yang ingin Dibangun

      Rumuskan kesan yang ingin dicapai dari nama usaha yang akan kita buat. Rumusan ini akan mengarahkan kita untuk  memilih kata-kata yang berkaitan dengan pembangunan kesan (pencitraan) tersebut. Contoh, jika kita ingin menampilkan kesan cepat, beberapa kata yang potensial untuk digunakan meliputi klik, kwik, fast, cepat, dan lainya.

    2. Brainstorming

      Setelah menentukan kesan yang ingin dibangun. Lanjutkan dengan melakukan brainstorming, mengeluarkan semua ide yang “berseliweran” di kepala kita. Ada baiknya, ketika membuat nama, bentuklah tim penamaan. Tim inilah yang akan melakukan brainstorming. Bisa juga dengan melibatkan konsultan penamaan, seperti namSlog.com.

    3. Buat Klasifikasi

      Pada langkah ini, buatlah klasifikasi atau pengelompokan dari semua ide penamaan yang muncul. Klasifikasi ini membantu kita untuk mensortir nama-nama yang potensial. Jangan ragu untuk menghapus kata-kata yang tidak sesuai untuk nama usaha Anda. Langkah ini mengarahkan kita untuk lebih spesifik ke kelompok nama tertentu saja.

    4. Lafalkan

      Beberapa nama yang sudah tersaring berdasarkan klasifikasi dapat diucapkan. Minta anggota tim untuk mendengar dan menangkap kesan yang ditimbulkan. Untuk langkah ini, ada dua pertanyaan yang harus dijawab, yaitu: Apakah langkah pertama “Kesan yang ingin Dibangun” tercapai? dan Apakah mudah diucapkan? Pastikan, pengucapannya muda. Usahakan: Tidak ada perbedaan antara bunyi yang diucapkan dan penulisannya.

    5. Minta Pendapat Orang Lain di luar Tim

      Setelah mendapatkan kelompok nama perusahaan yang akan kita gunakan, kita dapat meminta pendapat orang lain. Minta pendapat dari orang tersebut mengenai kesan yang ditimbulkan dari pelafalan dan penulisan nama. Harap diingat untuk menyeleraskan antara pelafalan dan penulisan. Ini dimaksudkan agar ketika nama usaha kita dilafalkan sama seperti penulisannya. Contohnya ketika kita melafalkan bunyi namSlog yang juga akan ditangkap sama dengan penulisan namSlog. Beda halnya dengan bunyi kontener yang berpotensi ditangkap dengan penulisan container.

    6. Pendaftaran Merek

      Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan langkah kedua “brainstorming“. Hal ini menjadi penting terutama terkait dengan ketersediaan domain, khususnya dengan ekstensi dot com. Jika domain untuk nama yang kita pilih masih ada, segera daftarkan domain tersebut. Lalu, lakukan pendaftaran nama yang sudah dipilih ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (baca: prosedur pendaftaran merek). Pendaftaran merek ini semata-mata untuk melindungi hak-hak atas nama brand milik kita.

    Demikian enam (6) tips praktis tanpa ribet yang dapat kita lakukan ketika membuat nama perusahaan (atau nama brand), yaitu:

    • Kesan yang ingin Dibangun
    • Lakukan Brainstorming
    • Buat Klasifikasi
    • Lafalkan
    • Minta Pendapat Orang Lain
    • Jangan lupa daftarkan merek/nama tersebut

    Baca Juga: 9 Cara Membuat Nama Brand

    Jika, Anda perlu konsultasi terkait penamaan usaha, produk, jasa Anda, silakan hubungi namSlog melalui form konsultasi ini.