9 Teknik/Cara Membuat Nama Brand/Perusahaan beserta Contoh

Nama brand adalah identitas usaha kita. Ia adalah pembeda dengan usaha sejenis. Bagaimana cara membuat nama brand/perusahaan? Tentu, kebanyakan dari kita menginginkan nama yang mudah diingat dan unik namun logis hingga membuatnya tampil kuat dan memberikan banyak keuntungan/hoki.

BACA JUGA: 6 Tips Membuat Nama Brand

Bagaimana tidak menguntungkan? Ketika nama brand kita diingat oleh calon pelanggan, peluang terjadinya transaksi meningkat. Seolah-olah, ketika nama brand kita ada di pikiran pelanggan, mereka akan merasa lebih kenal, lebih dekat, dan ujungnya timbul kepercayaan. Meski demikian, masih banyak faktor yang harus dipertimbangkan ketika kita berusaha membangun kepercayaan konsumen melalui nama usaha kita. Untuk mempersingkat pembahasan, mari kita pelajari 9 (sembilan) teknik atau cara membuat nama brand yang umumnya digunakan oleh banyak perusahaan berikut ini:

Teknik Penamaan Omission – atau dalam bahasa Indonesianya dapat disejajarkan dengan teknik penghapusan atau pelesapan. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara menghapus satu atau beberapa huruf suatu kata. Contohnya, Flickr (huruf ‘e’ dihilangkan), TRNSLTR (berasal dari kata TRANSLATOR), FRTHR (berasal dari kata FURTHER), dan RSCH (berasal dari RESEARCH), indonESIA, Honda emBRIO, nama brand air condioner aGREE. Kita bisa menggunakan teknik penamaan ini. Harap diperhatikan bahwa ketika kita mendapatkan satu nama dari hasil penghapusan ini, nama tersebut haruslah memiliki bunyi yang kuat/unik.

Teknik Penamaan Compound – atau biasa juga disebut dengan teknik penggabungan kata. Teknik penamaan ini sempat menjadi trend yang dilakukan dengan cara menggabungkan bagian atau penggalan dari dua kata. Contohnya: InstaGram, SnapChat, FaceBook.

Teknik Penamaan Evocative – Teknik penamaan dengan langsung “menancapkan” ke pikiran orang tentang posisi dari usaha/produk/jasanya. Evocative berasal dari bahasa Latin Evocare yang berarti “call out” atau “summon”. Salah satu ciri dari teknik penamaan ini adalah bahwa nama usaha tersebut berhasil memanggil keingintahuan kita dalam bentuk tanya, seperti, “maksudnya?” atau ungkapan “wow”. Contoh nama usaha yang menggunakan teknik evocative: Apple, Virgin. Untuk menggunakan teknik penamaan ini, penelitian yang mendalam perlu dilakukan, khususnya terkait dampak yang dimunculkan dari arti nama tersebut.

Teknik “Nebeng” – Teknik penamaan jenis ini dibuat dengan cara “menumpang” ke nama yang sudah “established”. Untuk teknik ini, bisa juga dilakukan dengan “menumpang” ke logo dari suatu nama yang sudah ada. Contohnya, banyak ya 🙂

Teknik Penamaan Invented –  Teknik penamaan ini dibuat dengan cara menggabungkan kata atau bunyi yang “enak” sehingga membentuk kata yang baru. Inti dari teknik ini adalah pembentukan kata “baru”. Contoh: google. Teknik ini sering tidak digunakan padahal menurut saya ini merupakan teknik penamaan yang paling sulit. Bayangkan saja kita harus menciptakan kata baru untuk nama usaha kita dengan tetap mempertimbangkan kesan yang ingin dibangun dari nama usaha tersebut. Hal yang paling krusial dalam penamaan ini adalah faktor bunyi yang dihasilkan ketika kita mengucapkan nama tersebut.

Teknik Penamaan Alliteration atau Rhyming – Teknik penamaan yang menitikberatkan pada kesamaan bunyi dua atau tiga kata.  Teknik ini sanggup menarik perhatian pembaca dan umumnya unsur mudah diingat dapat dicapai dengan menggunakan teknik penamaan ini. Contohnya,  Lu tu ye, Fido Dido, KasKus dan Kit-Kat.

Teknik Penamaan Prestige – Pada umumnya, teknik ini lebih menekankan pada popularitas tokoh, seperti Pierre Cardin – bukan sembarang nama. Untuk itu, sebaiknya hindari penggunaan nama keluarga, nama anak jika memang nama tersebut belum populer atau tidak memiliki arti khusus. Jika memang kita harus menggunakan nama keluarga atau nama anak, sebaiknya kita telah memiliki alasan yang kuat untuk itu dan mempertimbangkan dampaknya terhadap keluarga dan pertumbuhan anak nantinya. Nama brand dengan teknik ini juga dapat dicapai melalui keberhasilan sebuah iklan, baik cetak maupun elektronik. Contohnya, NIKE, SOGO, FERRARI yang akhirnya menimbulkan kesan prestige.

Teknik Penamaan “Nama Lokasi” – Untuk teknik ini banyak digunakan untuk penamaan tempat makan atau restoran. Meski demikian, ada juga perusahaan bidang lain yang menggunakan teknik penamaan berdasarkan lokasi ini selama lokasi yang akan digunakan sebagai nama usaha memiliki kisah yang positif dan telah diketahui oleh orang banyak. Untuk contoh nama restoran yang menggunakan nama lokasi adalah Nasi Uduk Kebon Kacang, Bakso Lapangan Tembak, dan lain-lain. Teknik ini juga cocok digunakan untuk nama tempat nongkrong dan mall, seperti Blok-M Mall, Teras Kota, Mall Balekota. Harap diperhatikan bahwa teknik penamaan dengan mengkaitkan ke lokasi yang “terkenal” bisa saja menimbulkan “gangguan” ketika nama lokasi tersebut mengalami peristiwa yang sangat buruk. Belakangan, teknik penamaan ini banyak digunakan untuk nama domain website dengan tujuan mengincar pasar lokal, contohnya: JKTSEO.

Teknik Penamaan Numbering – Sesuai dengan namanya, teknik penamaan ini menggunakan nomor sebagai bagian dari nama usahanya. Contoh yang paling pas untuk nama brand di Indonesia adalah nama perusahaan produk pakaian C-59 (Caladi 59), 3Second, rumah123.com, pindah123, 20detik, dan those2translate.

Demikian 9 (sembilan) teknik atau cara membuat nama brand yang dapat kita pertimbangkan ketika ingin membuat nama untuk usaha/produk/jasa. Namun, harap selalu diingat untuk mempertimbangkan profil pasar sasaran (target market), analisa pesaing (competitor analysis), dan image yang akan dibangun dari nama brand yang kita buat tersebut.

Mau bikin nama? Hubungi 087809945352