Category: Tips

namSlog memberikan beberapa tips dalam membuat nama dan/atau slogan untuk usaha Anda. Semoga tips dari kami bermanfaat. Jika ada yang ingin dikomunikasikan, silakan jumpai kami melalui FB Page namSlog

  • 6 Pertimbangan Awal Membuat Nama Toko Online

    6 Pertimbangan Awal Membuat Nama Toko Online

    Subscribe to continue reading

    Subscribe to get access to the rest of this post and other subscriber-only content.

  • Cara Membuat Slogan: Maju atau Bangkrut?

    Secara sederhana slogan atau biasa juga disebut tagline adalah sederet kalimat atau pernyataan yang membedakan satu produk dengan produk lainnya. Slogan dibuat untuk memperjelas pangsa pasar dimana produk/layanan/usaha kita bermain. Jika nama usaha bisa saja sama antara satu produk dengan produk lainnya, namun Slogan tidak pernah boleh sama. Slogan itu pembeda yang bersifat deskriptif, dan menegaskan.

    Menurut Anda, apa arti slogan: Maju atau Bangkrut?

    Slogan yang bagus dapat memperkuat posisi kita di pangsa pasar yang sedang kita geluti. Semakin bagus sebuah slogan, semakin kuat posisi dari produk/layanan/usaha kita. Sebagai contoh, slogan NIKE yang sudah banyak kita ketahui, Just Do It. Slogan ini sudah melekat sekali di pikiran banyak orang bahwa itu terkait dengan produk olahraga, khususnya sepatu NIKE.

    Cara Membuat Slogan

    Sebenarnya tidak ada aturan yang berlaku umum untuk membuat slogan. Namun, ada beberapa pertimbangan yang perlu kita pikirkan masak-masak ketika membuat slogan, seperti:

    • Klasifikasi Usaha. Tentukan bidang usaha dimana produk/layanan/usaha kita bermain. Jika produk/layanan/usaha kita bermain di bidang usaha jasa terjemahan, misalnya, buatlah slogan yang langsung terkait dengan keunggulan dari jasa terjemahan yang kita tawarkan atau pembeda khusus agar layanan kita bisa “berdiri tegak” di tengah persaingan layanan sejenis. Contohnya, to translate, callharis.com. Slogan to translate, callharis.com itu langsung memposisikan callharis.com di bidang penerjemahan.
    • Target Pasar. Tentukan kelompok konsumen mana yang akan Anda sasar. Penentuan sasaran ini ditujukan untuk menyesuaikan gaya bahasa dari slogan yang akan kita buat. Semakin spesifik sasaran kita, semakin mudah kita menyusun slogan yang sesuai. Dengan alasan sasaran konsumen inilah, banyak produk /layanan/usaha yang memiliki lebih dari dua slogan. Contohnya, 4 slogan OREO: “Hanya Oreo“, “Oreo Asyiknya Bersama“, “Oreo Penuh Keajaiban” dan “Diputar, Dijilat, Dicelupin” slogan yang terakhir ini mungkin yang paling banyak diingat oleh masyarakat.
    • Gaya Bahasa. Gaya bahasa ditujukan untuk menyesuaikan dengan target pasar yang kita bidik. Untuk pertimbangan ini, usahakan gaya bahasa yang kita buat dapat mewakili beberapa kelompok konsumen sasaran. Jika memang produk/layanan/jasa kita hanya ditujukan untuk satu target pasar tertentu, seperti anaka-anak, tentu pemilihan gaya bahasa yang sesuai anak-anaklah yang memungkinkan slogan dapat mudah berdiri dan diingat.
    • Kesan Yang Ingin Dibangun. Pertimbangan psikologis ini ditujukan untuk membangun image produk/layanan/jasa kita. Jika kesan yang ingin kita bangun adalah keunggulan pelayanan, arahkan  atau buat slogan yang mendukung usaha pembangunan kesan pelayanan yang prima. Contohnya, Slogan Bukalapak “Jual-Beli Online Mudah dan Terpercaya”.

    Demikian 4 pertimbangan utama dalam membuat slogan. Semoga bermanfaat.



  • Nama Yang Pas untuk Jasa Travel

    Nama Yang Pas untuk Jasa Travel

    Subscribe to continue reading

    Subscribe to get access to the rest of this post and other subscriber-only content.

  • Tips Memilih Nama Usaha yang Bagus

    Setiap usaha yang kita dirikan tentu ingin punya nama yang bagus, nama yang mampu memposisikan dirinya di tengah-tengah persaingan usaha sejenis. Jika kita ingin mendirikan usaha properti, nama “griya reyot” tentu sangat tidak tepat, atau nama “Flood-In” juga sangat tidak dianjurkan. Ya, nama menggambarkan produk/jasa yang akan kita jual. Untuk itu ada beberapa teknik memilih nama usaha yang bagus. Berikut tips singkatnya ya:

    1. Pilih Nama Usaha yang Singkat. Nama yang singkat, dianjurkan 4-8 karakter, sangat membantu dalam menentukan posisi usaha kita.
    2. Pilih Nama Usaha yang Deskriptif. Teknik Deskriptif paling sering digunakan dalam teknik penamaan. Deskriptif di sini berarti bahwa nama yang kita buat itu langsung menjelaskan tentang produk/jasa yang kita jual, contoh yang paling tepat adalah nama usaha “Those-to-Translate“, dari nama usaha tersebut, jelaslah bahwa Those-to-Translate memberikan jasa penerjemahan.
    3. Beranikan membuat nama yang “keluar” dari kebiasaan. Teknik ini membutuhkan perhatian dan penelitian yang lebih mendalam terkait nama yang akan kita buat. Contoh yang paling bagus untuk teknik ini adalah nama usaha “Virgin” – sebuah layanan penerbangan yang tentu nama “Virgin” ini sangat “jauh” kaitannya dengan dunia penerbangan.

    Sekedar anjuran, libatkan namSlog.com (konsultan penamaan) dalam menentukan atau memilih nama usaha yang bagus karena tim namSlog telah banyak membantu dalam membuat beberapa nama usaha dan/atau slogan.

    buat nama usaha