Category: Tips

namSlog memberikan beberapa tips dalam membuat nama dan/atau slogan untuk usaha Anda. Semoga tips dari kami bermanfaat. Jika ada yang ingin dikomunikasikan, silakan jumpai kami melalui FB Page namSlog

  • Tips Membuat Nama Perusahaan / Nama Brand Mudah Diingat

    Tips Membuat Nama Perusahaan / Nama Brand Mudah Diingat

    Tips membuat nama perusahaan dan nama brand ini disusun berdasarkan praktik umum yang dilakukan oleh perusahaan pembuat nama perusahaan. Di banyak negara, perusahaan penamaan selalu dilibatkan dalam pembuatan nama suatu perusahaan, nama brand, atau nama produk. Demikian halnya di Indonesia.

    Seperti kita ketahui bahwa nama perusahaan adalah pembeda perusahaan kita dari ratusan ribu perusahaan yang lain. Nama perusahaan juga menentukan posisi usaha kita. Nama adalah tanda. Tanda yang tentu memiliki makna. Bukan sekedar tanda.

    Penamaan menjadi begitu penting di tengah-tengah ketatnya persaingan usaha di dunia maya. Jika usaha kita di bidang kuliner, misalnya, pilihan-pilihan kata yang berkaitan dengan bisnis kuliner ini dapat kita gunakan.

    Bagi yang berencana menjalankan usaha, tips membuat nama perusahaan (nama brand) ini dapat kamu pertimbangkan.

    Cara Praktis Membuat Nama Perusahaan / Nama Brand

    Bagaimana cara membuat nama perusahaan yang baik? Berikut tips membuat nama brand/perusahaan dari namSlog:

    1. Kesan yang ingin Dibangun

      Rumuskan kesan yang ingin dicapai dari nama usaha yang akan kita buat. Rumusan ini akan mengarahkan kita untuk  memilih kata-kata yang berkaitan dengan pembangunan kesan (pencitraan) tersebut. Contoh, jika kita ingin menampilkan kesan cepat, beberapa kata yang potensial untuk digunakan meliputi klik, kwik, fast, cepat, dan lainya.

    2. Brainstorming

      Setelah menentukan kesan yang ingin dibangun. Lanjutkan dengan melakukan brainstorming, mengeluarkan semua ide yang “berseliweran” di kepala kita. Ada baiknya, ketika membuat nama, bentuklah tim penamaan. Tim inilah yang akan melakukan brainstorming. Bisa juga dengan melibatkan konsultan penamaan, seperti namSlog.com.

    3. Buat Klasifikasi

      Pada langkah ini, buatlah klasifikasi atau pengelompokan dari semua ide penamaan yang muncul. Klasifikasi ini membantu kita untuk mensortir nama-nama yang potensial. Jangan ragu untuk menghapus kata-kata yang tidak sesuai untuk nama usaha Anda. Langkah ini mengarahkan kita untuk lebih spesifik ke kelompok nama tertentu saja.

    4. Lafalkan

      Beberapa nama yang sudah tersaring berdasarkan klasifikasi dapat diucapkan. Minta anggota tim untuk mendengar dan menangkap kesan yang ditimbulkan. Untuk langkah ini, ada dua pertanyaan yang harus dijawab, yaitu: Apakah langkah pertama “Kesan yang ingin Dibangun” tercapai? dan Apakah mudah diucapkan? Pastikan, pengucapannya muda. Usahakan: Tidak ada perbedaan antara bunyi yang diucapkan dan penulisannya.

    5. Minta Pendapat Orang Lain di luar Tim

      Setelah mendapatkan kelompok nama perusahaan yang akan kita gunakan, kita dapat meminta pendapat orang lain. Minta pendapat dari orang tersebut mengenai kesan yang ditimbulkan dari pelafalan dan penulisan nama. Harap diingat untuk menyeleraskan antara pelafalan dan penulisan. Ini dimaksudkan agar ketika nama usaha kita dilafalkan sama seperti penulisannya. Contohnya ketika kita melafalkan bunyi namSlog yang juga akan ditangkap sama dengan penulisan namSlog. Beda halnya dengan bunyi kontener yang berpotensi ditangkap dengan penulisan container.

    6. Pendaftaran Merek

      Langkah ini bisa dilakukan bersamaan dengan langkah kedua “brainstorming“. Hal ini menjadi penting terutama terkait dengan ketersediaan domain, khususnya dengan ekstensi dot com. Jika domain untuk nama yang kita pilih masih ada, segera daftarkan domain tersebut. Lalu, lakukan pendaftaran nama yang sudah dipilih ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (baca: prosedur pendaftaran merek). Pendaftaran merek ini semata-mata untuk melindungi hak-hak atas nama brand milik kita.

    Demikian enam (6) tips praktis tanpa ribet yang dapat kita lakukan ketika membuat nama perusahaan (atau nama brand), yaitu:

    • Kesan yang ingin Dibangun
    • Lakukan Brainstorming
    • Buat Klasifikasi
    • Lafalkan
    • Minta Pendapat Orang Lain
    • Jangan lupa daftarkan merek/nama tersebut

    Baca Juga: 9 Cara Membuat Nama Brand

    Jika, Anda perlu konsultasi terkait penamaan usaha, produk, jasa Anda, silakan hubungi namSlog melalui form konsultasi ini.

  • Teknik Membuat Nama Usaha

    Ketika kita ingin membuka usaha atau meluncurkan produk baru, tentu kita memerlukan nama, nama yang pas dan nama yang mampu mendukung penjualan produk kita. Terkait dengan itu, berikut adalah teknik atau cara membuat nama usaha atau produk yang bisa kita gunakan.

    1. Teknik Omission - atau dalam bahasa Indonesianya penghapusan atau pelesapan. Teknik ini dapat dilakukan dengan cara menghapus satu atau beberapa huruf yang ada pada suatu kata. Contohnya, Flickr (huruf 'e' dihilangkan), TRNSLTR (berasal dari kata TRANSLATOR), FRTHR (berasal dari kata FURTHER), dan RSCH (berasal dari RESEARCH).
    2. Teknik Compound - atau biasa juga disebut dengan teknik penggabungan kata. Teknik penamaan ini dilakukan dengan menggabungkan bagian atau penggalan dari dua kata. Contohnya: InstaGram, SnapChat, namSlog (name&Slogan);
    3. Teknik Evocative - Teknik penamaan dengan langsung "menancapkan" ke pikiran orang tentang posisi dari usaha/produk/jasanya. Evocative sendiri berasal dari bahasa Latin Evocare yang berarti "call out" atau "summon". Salah satu ciri dari teknik penamaan ini adalah bahwa nama usaha tersebut berhasil memanggil keingintahuan kita dalam bentuk tanya, seperti, "maksudnya?" atau ungkapan "wow". Contoh nama usaha yang menggunakan teknik evocative: Apple, Virgin.
    4. Teknik "Nebeng" - Teknik penamaan jenis ini dibuat dengan cara "menumpang" ke nama yang sudah "jadi". Untuk teknik ini, bisa juga dilakukan dengan "menumpang" ke logo dari suatu nama yang sudah "established". Contohnya, banyak ya 🙂
    5. Teknik Invented -  Teknik penamaan ini dibuat dengan cara menggabungkan kata atau bunyi yang "enak" sehingga membentuk kata yang baru. Inti dari teknik ini adalah pembentukan kata "baru". Contoh: google.
    6. Teknik Alliteration atau Rhyming - Teknik penamaan yang menitikberatkan pada kesamaan bunyi dua atau tiga kata.  Teknik ini sanggup menarik perhatian pembaca. Contohnya,  Lu tu ye, Fido Dido, KasKus dan Kit-Kat.
    7. Teknik Prestige - Pada umumnya, teknik ini lebih menekankan pada popularitas tokoh, seperti Pierre Cardin.  Namun, teknik ini juga bisa terbentuk dari keberhasilan sebuah iklan. Contohnya, NIKE, SOGO, yang akhirnya menimbulkan kesan prestige.
    8. Teknik "Nama Lokasi" - Untuk teknik ini banyak digunakan untuk penamaan tempat makan atau restoran, seperti Nasi Uduk Kebon Kacang, Bakso Lapangan Tembak, dan lain-lain. Teknik ini juga cocok digunakan untuk nama tempat nongkrong dan mall, seperti Blok-M Mall, Teras Kota, Mall Balekota. Harap diperhatikan bahwa teknik penamaan dengan mengkaitkan ke lokasi yang "terkenal" bisa saja menimbulkan "gangguan" usaha ketika nama lokasi yang kita jadikan nama mengalami kejadian sangat buruk
    9. Teknik Numbering - Sesuai dengan namanya, teknik penamaan ini menggunakan angka atau nomor sebagai bagian dari nama usahanya. Contoh yang paling pas untuk kasus di Indonesia adalah nama perusahaan produk pakaian C-59 (Caladi 59), 3Second, rumah123.com dan those2translate.
    Demikian (9) sembilan teknik membuat nama usaha yang dapat kita gunakan sebagai rujukan ketika menentukan nama yang pas untuk usaha/produk/jasa kita. Silakan pilih teknik yang sesuai. Baca Juga: Tips, Tahapan, dan Teknik Membuat Nama Perusahaan (Postingan Gabungan/Induk) name created by namSlog.com [caption id="attachment_274" align="alignleft" width="150"]to translate, callharis.com to translate, callharis.com[/caption]

  • Pertimbangan dalam Membuat Nama Usaha

    Konsultasi Gratis. Ketika ingin membuat nama usaha atau nama produk, kita perlu melakukan beberapa pertimbangan untuk menentukan nama yang pas untuk toko, usaha, atau produk kita itu. Nama yang pas atau yang sebisa mungkin mampu mendongkrak penjualan dan membangun kesan positif terhadap toko, usaha, atau produk kita memerlukan usaha penelusuran, pemilihan, dan terkadang pembongkaran.

    BACA JUGA: Perlukah Mengganti Nama Usaha Kita?

    Terkait dengan hal ini, ada (4) empat hal yang perlu atau bahkan HARUS dipertimbangkan, yaitu:

    1. Manfaat. Manfaat apa yang ditimbulkan / terbangun dari nama yang kita buat. Apakah nama tersebut memberikan manfaat untuk penjualan kita? Memberikan manfaat untuk membangun kesan positif produk/jasa kita? Manfaat di sini dapat diartikan sebagai nilai tambah yang muncul dari nama yang kita buat. Usahakan nama yang kita buat memberikan manfaat langsung, seperti mudah dikenal.
    2. Budaya. Pertimbangan budaya patut diberi perhatian yang lebih khususnya jika usaha/produk kita itu akan menjangkau dunia. Pelajari dengan seksama nama yang kita pilih/buat tersebut. Apakah arti dari nama yang kita pilih/buat tersebut mengandung kesan negatif di negara, daerah atau budaya lain?
    3. Mudah dilafalkan. Untuk pelafalan ini, dapat dilakukan dengan mengucapkannya berulang-ulang dan minta rekan kita atau mungkin kita sendiri bisa mendapatkan kesan yang ditimbulkan dari nama yang kita ucapkan tersebut. Pastikan nama yang kita pilih/buat tersebut mudah untuk dilafalkan karena ini juga membantu agar nama kita mudah diingat oleh setiap orang yang mengucapkan atau mungkin hanya sekedar melihat. Contoh, callharis.com, saya buat karena memang mudah dilafalkan, walau ada timbul beberapa pertanyaan “r”nya satu atau dua. Dan ketika klien menanyakan ini, dengan komunikasi yang terbaik, “r”nya satu, membantu saya untuk menanamkan nama saya di pikiran klien atau calon klien.
    4. Pastikan nama yang kita pilih dapat kita jadikan merek dagang. Untuk hal ini, penelusuran melalui mesin pencari harus dilakukan guna memastikan apakah nama yang kita pilih/buat belum digunakan oleh perusahaan lain di sana. Lagi-lagi, syukur banget, ternyata nama callharis.com belum ada yang daftarkan, langsung saja saya daftarkan, waktu itu, padahal usaha utama yang akan dijalankan adalah penerjemahan. 🙂 Syukur lagi, akhirnya saya bisa menguatkan usaha saya dengan membuat email: penerjemah@callharis.com, dengan slogan atau tagline to translate, callharis.com.

    BACA JUGA: Teknik Membuat Nama Yang Pas untuk Usaha/Produk 

    Demikian pertimbangan dalam membuat nama usaha yang dapat kita gunakan pada saat kita ingin membuat atau menentukan nama untuk usaha/produk/jasa kita. Selamat menentukan nama yang pas untuk usaha/produk/jasa kamu. Jika butuh konsultasi GRATIS, silakan kunjungi FanPage namSlog atau follow @myNamSlog. Daftar dulu ya.